04 Juni 2006
FOR GOD AND COUNTRY - KORBAN PARANOID AMERIKA
Mengapa Anda Harus Membagun Aset/bisnis?
¼ dari kehidupan kita dihabiskan untuk belajar mulai dari sejak Lahir, SD, SMP, SMA, Kuliah ( 25 tahun).
½ dari kehidupan kita dihabiskan untuk bekerja selama 30 tahun. Total usia 55 tahun.
nah,pada usia 60 th, orang terbagi dalam beberapa keadaan sebagai berikut :
- 36 % Telah meninggal dunia -54 % miskin (tergantung pada anak, gelandangan, tunjungan,dll) - 5 % masih harus bekerja - 4 % Betul-betul pensiun / tabungan pas - pasan - 1 % kaya
Ternyata 1 % orang kaya tersebut berasal dari profesi sbb:
- 10 % CEO, Top manager - 10 % dokter ahli, pengacara, artis (profesional yang sukses) - 5 % sales asuransi, sales rumah - 1 % lain - lain (lotre, judi, undian) - 74 % bisnis (pemilik usaha)
Apa itu Aset?Aset ialah sebuah usaha atau sistem yang jika di Tinggalkan bisnis anda barang satu atau dua tahun. Bila bisnis masih berjalan baik bahkan makin kokoh, itu tanda bisnis anda bersistem.
Bagaimana membagun Aset?
Ada banyak cara, Biasanya kita harus mengumpulkan uang dulu dan kemudian... membeli atau membangun properti lalu disewakan menabung/deposito dan dapatkan bunganya bermain saham atau reksadana (tentu,dengan hati-hati)
Ada satu cara lain yang mungkin belum pernah terpikirkan selama ini dan untuk itu saya sebarkan.... BAGAIMANA......? KITA CEK DULU CARA KITA BERPANGHALILAN SELAMA INI.
ADA 4 KUADRAN CARA KITA BERPENGHASILAN (ref. ”Casflow Quadrat” oleh Robert T.Kiyosaki)
E (employe) : Kita bekerja untuk orang lain Contoh: -karyawan/buruh -profesional -direktur
Self Emplaye : Bekerja untuk diri kita sendiri. Contoh : -dokter/artis/pengacara,arsitek -pemilik usaha kcil,toko.bengkel -restoran.
Business :kita memiliki bisnis bersistem Ciri bisnis bersistem: Tinggalkan bisnis anda barang satu atau dua tahun. Bila bisnis masih berjalan baik bahkan makin kokoh, itu tanda bisnis anda bersistem. Contoh: -konglomerasi -waralaba -network marketing Investor : kita memiliki investasi Contoh: -deposan -pemilik properti yang disewakan -pemegang saham
APA YANG MENARIK DARI KEEMAPT KUADRAN INI? Dari ke empat kuadran tersebut dibagi menjadi dua KUADRAN KIRI ( terdiri dari Employe & Self Employe) Ciri-ciri : Kita bekerja untuk Uang ACTIVE INCOME Artinya Uang kita dapat dengan bekerja membarter waktu. Jika waktu habis, habis pula kesempatan kita bekerja mencari uang. KUADRAN KANAN (Business & Investor ) Ciri-ciri : Uang bekerja untuk kita PASSIVE INCOME Artinya Uang kita dapat dari ASET ( bisnis bersistem dan investasi). Walaupun waktu habis,penghasilan mengalir terus.
Robert T.Kiyosaki ”AGAR PASSIVE INCOME SEGERA MENJADI REALITA,KITA PERLU SEGERA MEMULAI AKTIFITAS MEMBAGUN ASET MEMALULI USAHA MILIK KITA SENDIRI DI KUADRAN KANAN ( B ). Yakni usaha bersistem dan Investasi.
MEMBAGUN USAHA? BAGAIMANA PROSESNYA??
Pilihaan usaha ada di Kuadran B. ALTERNATIF PILIHAAN USAHA BERSISTEM DI KUADRAN B Menurut pakar bisnis Robert T. Kiyosaki ada 3 cara sbb: 1. Membuat sendiri ( misal perusahaan /konglomerasi) 2. Membeli waralaba/Franchise ( modal > 100 juta ) 3. Mengikuti waralaba pribadi/ Network Marketing- ( modal kecil bahkan Tanpa Modal ) ANDA PILIH YANGA MANA? BIASANYA PILIHAAN TERBENTUR PADA LIMA ASPEK... modal resiko tempat waktu keahlian
Silakan kalau anda pilih jenis usaha yang lain,tetapi saya akan bahas dari sisem yang unik dalam hal membagun aset ini yakni lebih difokuskan untuk pilihaan berikut...
Network Matketing keena modal kecil,resiko kecil,tempat fleksibel,waktu juga fleksibel,tidak butuh keahlian karena sudah ada sistem ,cukup nyontek.
MENGAPA NETWORK MARKETING? ”KALAU USAHA LAIN MENGUMPULKAN UANG DAHULU KEMUDIAN MEMBELI ASET, NETWORK MARKETING JUSTRU LANGSUNG BEKERJA MEMBAGUN ASET ”(Ref. ”Business School” Oleh Robert T. Kiyosaki)
Network Marketingadalah suatu proses investasi yang sederhana. Jika begitu sederhananya proses untuk sukses, mengapa tidak banyak orang yang berhasil?Jawabannya persis seperti yang diutarakan oleh Robert T. Kiyosaki dalam bukunya GUIDE TO INVESTING bahwa: Investasi adalah sebuah rencana yang sederhana, suatu proses menjadi kaya yang sering kali membosankan, tidak menggairahkan, dan nyaris mekanis. Manusia cepat bosan dan ingin menemukan sesuatu yang lebih menyenangkan dan menggairahkan. Itu sebabnya hanya 3 dari 100 orang menjadi kaya. Mereka mulai mengikuti suatu rencana, dan tak lama kemudian mereka bosan. Maka mereka berhenti mengikuti rencana itu dan kemudian mencari kembali cara jitu untuk menjadi kaya dengan cepat.
Mereka mengulangi proses kebosanan, kesenangan, dan kebosanan lagi selama sisa hidup mereka. Itu sebabnya mereka tidak menjadi kaya. Mereka tidak mampu menanggung rasa kebosanan akibat mengikuti rencana sederhana yang tidak rumit untuk menjadi kaya. Kebanyakan orang mengira ada suatu daya megic untuk menjadi kaya lewat investasi. Atau mereka mengira jika suatu rencana tidak rumit, maka rencana itu pasti tidak bagus.
Percayalah, jika sampai pada masalah investasi, sederhana adalah lebih baik daripada rumit(disadur dari buku GUIDE TO INVESTING - Robert T. Kiyosaki).
Ketika mendapatkan kesempatan bisnis ada 2 golongan orang: 1. 90 % mau menunggu bukti (menunda) 2. 10 % mau menjadi bukti (bergerak cepat untuk merealisasikannya)Dari 2 golongan di atas, mana yang akan sukses ?? Sudah pasti mereka yang ingin MENJADI BUKTI yang akan sukses. Anda ingin berada pada golongan yang mana? keputusan Anda adalah masa depan Anda. “tangan di atas lebih mulia daripada tangan dibawah. Menjadi pengusaha lebih mulia karena tanganya diatas…”
Sampai Jumpa di puncak sukses!
02 Juni 2006
Bisnis dan Kehidupan Para Jagoan MLM
Bakti Sosial Unicore
Presentation oppurtunity
would you like to increase your energy?
Pengusaha & Eksekutif Muda: Modalnya: Intuisi, Inovasi, dan Berani
Jangan remehkan intuisi. Buktinya, hanya karena tak mengandalkan “intuisi”, Museum Getty di AS pernah rugi jutaan dolar! Itu terjadi ketika museum tersebut membeli sebuah patung yang oleh penjualnya disebut sebagai patung Yunani berumur ribuan tahun. Mereka lalu melakukan penelitian ilmiah. Kesimpulannya, benar patung itu berumur ribuan tahun dan pantas dihargai US$30 juta.
Patung Yunani itu lalu ditunjukkan kepada Frederico Zeri, salah seorang anggota dewan museum. Saat mengamati kuku jari patung itu, Zeri merasa ada yang aneh. Beberapa ahli lain, di antaranya Thomas Hoving, yang mantan direktur Metropolitan Museum of Art di New York, juga diminta melihat patung itu. Hoving pun punya “feeling” yang sama dengan Zeri. Katanya, “It was ‘fresh’.”
“Fresh” di sini jelas bukan gambaran yang pas untuk sebuah patung yang diduga berumur ribuan tahun. Investigasi pun dilakukan. Hasilnya, intuisi Zeri dan Hoving ternyata jitu. Padahal, pihak museum telah mengeluarkan dana jutaan dolar AS dan terlambat mengubah keputusannya. Jelas mereka rugi!
Kisah menarik itu dipaparkan Malcolm Gladwell dalam bukunya Blink: The Power of Thinking without Thinking. Di dalamnya, Gladwell juga menyajikan bahwa blink dibutuhkan pula di dunia bisnis. Sepakat akan hal itu, Ade Febransyah, pengamat bisnis dan manajemen dari Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, mengatakan bahwa, bagi dunia bisnis, intuisi diperlukan dalam mengidentifikasi opportunity gap dan pengambilan keputusan yang kritikal.
Bisnis Butuh Intuisi Oleh karena itu, Ade menyarankan agar para pebisnis maupun eksekutif yang berada pada tataran pengambil keputusan tidak mengabaikan intuisi. “Jangan sampai mereka terjebak mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, tetapi lupa akan intuisinya sendiri,” terang Ade. Ini berlaku pula bagi para pengusaha dan eksekutif muda berusia 35 tahun atau kurang. Sering, lanjut Ade, usia muda menjadikan mereka tak percaya diri pada intuisinya sendiri. Padahal, intuisi bisa menjadi salah satu pilar untuk meraih sukses di dunia bisnis.
Apa yang dilakukan Yoris Sebastian Nisiho, GM Hard Rock Cafe (HRC) Indonesia, bisa menjadi contoh. Intuisinya yang tajam menjadikan pemuda kelahiran 33 tahun silam ini tak ragu mendobrak pakem. Ia menciptakan program dengan tag line “I Like Monday”. Padahal, sebelumnya, idiom I don’t like Monday begitu melekat di persepsi masyarakat. Senin adalah hari yang paling “berat”. Namun, Yoris berpikir sebaliknya. Ia malah merancang acara-acara spesial di hari Senin. Tujuannya, untuk menghidupkan dan menyemarakkan hari pertama dalam satu minggu.
Hasilnya? Pengunjung HRC justru membeludak pada hari Senin. Bahkan tak jarang HRC tidak dapat menampung hardrockers yang ingin menikmati program “I Like Monday”.
Begitu juga Sharmila, 34. Sebelum menjadi pebisnis furnitur dan pakaian anak, ia sempat berkarier di PT Sucofindo. Dengan mengandalkan intuisi, istri Yahya Zaini ini nekat terjun menjadi entrepreneur, meski saat itu ia tak punya pengalaman sedikit pun di dunia bisnis.
Kala itu, hanya dengan modal Rp2 juta, ia mengawali bisnis jasa renovasi sofa. Dana itu plus uang muka 50% dari klien ia jadikan modal awal untuk membeli bahan dan membayar tukang renovasi. Dengan menekankan kualitas produk dan layanan purnajual, lama-kelamaan bisnis Sharmila berkembang. Pelanggannya kini tak hanya datang dari rumahan, tetapi juga dari perkantoran, hotel, dan rumah sakit.
Jenis usahanya pun kian beragam. Furnitur, perlengkapan hotel, hingga pakaian anak. Kini omzet perusahaan Sharmila mencapai Rp700—900 juta per bulan. “Ke depan, saya berencana mengembangkan bisnis ini dengan jalan syariah, bukan melalui waralaba,” kata pemilik PT Savindo Karya dan Kids Smart ini.
Intuisi pulalah yang berbicara ketika Baron Respati, dirut PT Ambar Kejora, memutuskan untuk menerima tawaran menjadi pemegang lisensi jam tangan merek Lockman. Padahal, ketika itu ia baru lulus dari Universitas San Francisco, AS.
Inovasi, Inovasi, dan Inovasi Di samping intuisi, Ade juga menekankan pentingnya inovasi berkesinambungan. Idealnya, para pengusaha dan eksekutif muda ini bisa bertindak sebagai inovator. Bagi mereka, terang Ade, mestinya hal itu tak terlalu sulit. Apalagi kebanyakan mereka sering berangkat dari ide-ide “liar”. Hanya butuh kerja keras dan kemauan untuk mengasah kemampuan agar inovasi itu bisa sampai ke tahap komersial.
Enlie Widjaja juga. Direktur PT Vivamerindo Mitra Sejahtera, sebuah perusahaan multilevel marketing (MLM), ini terus berinovasi guna menambah jumlah distributornya. Ia tak ragu menarik orang yang sudah terjun ke dunia MLM untuk bergabung dengan perusahaannya, yang bergerak di bisnis food supplement dan skin care ini.
Apa inovasi Enlie? Sejak Januari lalu ia mengubah strategi bisnis. “Jika sebelumnya pendekatan yang dilakukan berdasarkan kualitas produk, kini kami melihatnya dari sisi peluang bisnis,” ungkap Enlie. Selain itu, sarjana akuntansi dari California State University of Fresno, AS, ini membuat program baru yang dinamakan fast track.
Program ini, menurut Enlie, cukup diminati. Pasalnya, mereka yang direkrut hanya dikenai biaya Rp3,8 juta dan bisa langsung menduduki posisi manajer. Adapun si perekrut sendiri akan mendapat dana tunai Rp1 juta. Padahal, sebelumnya, untuk bisa sampai pada level manajer, akumulasi poin member harus mencapai sekitar Rp10 juta. Dengan inovasinya ini, Enlie menargetkan mampu menambah jumlah distributor hingga 100% pada tahun ini.
Sebagai pengusaha, Soegiandi tak menampik pentingnya inovasi demi kelangsungan bisnis. Inovasinya dalam menjalankan Amazone Family Entertainment Center diawali dari minatnya untuk menyediakan fasilitas bermain bagi keluarga. Menurut Soegiandi, fasilitas tersebut dapat melahirkan harmonisasi di antara anggota keluarga. Dalam menjalankan bisnisnya, pria yang punya hobi menonton film silat ini mengaku tertarik untuk membentuk brand lokal yang dikelola oleh SDM-SDM lokal pula. “Saya harus mampu membuat perusahaan lokal yang baik, jangan cuma mengandalkan sistem franchise dan tergantung pada asing,” tekadnya.
Oleh karenanya, Soegiandi mencoba membuat Amazone mempunyai ciri khas. Ia menawarkan konsep one-stop entertainment. Maksudnya, mulai dari interior, mesin, sampai permainan disuguhkan lengkap tak hanya bagi anak kecil, tetapi juga orang dewasa. Di samping itu, Soegiandi menjanjikan pihaknya akan memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan bagi konsumen.
Baron Respati juga mengembangkan bisnisnya lewat inovasi. Kini ia membawahkan beberapa perusahaan, seperti Asia Finance, Kafe Oh La La, serta pemegang lisensi Lockman Italy dan Bucherer Executive. Ia menawarkan sistem waralaba untuk kafe Oh La La sejak tahun 2000. Usahanya tak sia-sia. Kini kafe made in lokal itu beranak pinak menjadi 46, yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan kota-kota lain. Bahkan, di masa krisis pun Baron terus membuka cabang.
Yoris juga terus menggali inovasinya. Setelah sukses dengan “I Like Monday”-nya, ia menggandeng Oscar Lawalata untuk mendesain fashion khusus bagi HRC. Menurut Yoris, inovasi ini dilakukan karena ia melihat peluang baju-baju HRC bukan lagi sekadar suvenir, tetapi sudah menjadi fashion item. Ke depan, pria kelahiran Makassar ini berencana menggandeng desainer-desainer muda lainnya dengan maksud yang sama.
Memimpin dengan Gaya Moderat Jika anak-anak muda itu terbilang piawai dalam menciptakan ide-ide bisnis, bagaimana cara mereka saat mengelola SDM? Dengan jujur Eddy Santoso Setiawan, presdir PT Sanex Telekomunikasi, mengakui bahwa ia memilih cara moderat. Dengan cara itu, ia tak merasa sulit dalam menghadapi karyawan maupun mitra usaha. “Di bidang telekomunikasi, kebanyakan kami sama-sama masih muda. Jadi, nyaris tak ada masalah,” tambah Eddy.
Kalau Baron punya pendekatan lain. Ia menerapkan konsep manajemen dari hati dengan mengutamakan pendekatan personal. Kata pria 23 tahun ini, setiap hari ia selalu menyempatkan diri untuk menyapa dan memberikan arahan kepada para kepercayaannya yang ada di setiap cabang. Jika tak bisa dengan tatap muka, ia melakukannya via telepon, Dengan cara seperti itu, Baron berharap para karyawannya memiliki loyalitas yang tinggi.
Lilis Setiadi, director head of sales PT Schroder Investment Management Indonesia, memilih memberikan keleluasaan kepada para bawahannya untuk menerapkan strategi guna mencapai target. “Saya percaya target adalah target, tetapi bukan berarti tidak ada fleksibilitas di dalamnya,” tegas Lilis.
Gaya moderat diadopsi pula oleh Enlie. Wanita kelahiran Jakarta, 13 Mei 1971 ini mengaku, dalam menetapkan target ke bawahan, ia selalu menyertakan arahan dan cara untuk mencapainya. Tujuannya, agar proses yang mereka lakukan terarah.
Hari Sudarmadji, managing partner Optima Consulting, menilai gaya kepemimpinan anak-anak muda sekarang memang terkesan lebih moderat. Ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal berkaitan dengan terciptanya era reformasi yang menyebabkan makin terbukanya iklim bisnis. Adapun faktor internal dipengaruhi oleh sifat dasar anak-anak muda itu yang cenderung tak mau dikekang. Meski demikian, Hari mengingatkan agar anak-anak muda itu tak selalu membuka keran informasi seluas-luasnya. “Mereka juga harus pintar-pintar menyaring. Sebab, dalam bisnis, terkadang ada hal-hal yang tak bisa didiskusikan dengan bawahan,” ujar Hari.
Bukan hanya moderat, anak-anak muda ini juga merasa lebih sreg menerapkan sistem kekeluargaan. “Saya tanamkan kepada karyawan bahwa kami ini merupakan satu keluarga. Perusahaan ini milik mereka juga,” ungkap Sharmila. Maka, ia pun menjadikan karyawan-karyawannya sebagai mitra bisnis.
Begitu pula dengan Soegiandi. Dalam mengelola SDM, peraih gelar magister manajemen internasional dari Prasetiya Mulya ini menciptakan hierarki yang serupa dengan keluarga di rumah. Ia mengibaratkan setiap cabang bak satu rumah yang dipimpin oleh satu kepala keluarga. Namun, sebagai pimpinan, Soegiandi tak menampik bahwa ia berharap bisa menjadi “bos” yang disegani, bukan ditakuti. Pasalnya, kata Soegiandi, kalau hubungan atasan dan bawahan didasarkan rasa “takut”, suasana kerja pun tak akan nyaman. Dengan sistem kekeluargaan, ia yakin perusahaan bakal lebih fleksibel menghadapi perubahan dan lebih efisien.
Aktivitas bisnis anak-anak muda itu patut diacungi jempol. Betapa tidak, dalam usia muda, mereka mau bekerja keras, mengelola bisnis, dan menjadi leader. Namun, Ade Febransyah mengingatkan mereka untuk terus mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan tak berhenti berinovasi. Last but not least, mereka juga harus berani mengambil keputusan. Intuisi dan inovasi saja tak akan berarti apa-apa jika “the young entrepreneur & executive” itu tak berani mengambil keputusan. Tentu bukan asal keputusan, tetapi keputusan yang jitu.
Kiat Sukses para Pengusaha dan Eksekutif Muda:
1. Dalam berkarier, seorang eksekutif jangan terpaku hanya pada satu organisasi. Ini untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan situasional leadership yang berguna sebagai modal meningkatkan jenjang karier. Sedangkan sebagai pengusaha, jangan hanya terfokus pada satu bidang. Usaha yang sudah ada terus dikembangkan, tetapi tetap sejalan dengan kompetensi inti.
2. Perluas wawasan, pengalaman, dan kemampuan leadership.
3. Jangan lupakan intuisi, jangan berhenti berinovasi.
4. Berani mengambil keputusan.
5. Seiring dengan makin bertambahnya usia, sebaiknya makin matang dan tepat pula dalam mengambil keputusan.
Sumber: Kamis, 1 Juni 2006 09:00 WIB - warta ekonomi.com
24 Mei 2006
Tiens established in Taiwan
Tiens in the Future
14 Mei 2006
Tour ke China
Edi obati penyakit dengan acupoint
Betapa bahagianya hati Susiana, 50, dapat berjalan lagi tanpa ditopang oleh tongkat yang selama satu setengah tahun menyanggah dirinya kemana-mana. Malam itu, dia menjadi tontonan ratusan peserta Training Acupoint, alat akupuntur tanpa jarum. Training tersebut disampaikan oleh Abdullah Wira'i, yang sekaligus melakukan terapi acupoint kepada perempuan yang datang dengan kursi roda dan naik ke panggung memakai tongkat itu. Susiana dibaringkan di atas matras dengan suhu tertentu yang bisa mengaktifkan molekur air dalam tubuh dan membersihkan darah, serta menyeimbangkan pH darah. Sekitar lima belas menit dia diterapi dengan pijat dan totok di beberapa titik saraf tubuh dengan alat acupoint. Kemudian dia diminta berdiri dan jalan sendiri. Apa yang terjadi? Semua mata hadirin menatap ke panggung, dan tercengang melihat Susiana bisa jalan sendiri tanpa tongkat. Padahal sebelumnya kaki sebelah kanannya lumpuh terserang stroke begitu juga dengan tangan kanannya. Dengan tertatih-tatih, dia melangkah terus berjalan mengelilingi panggung yang ada di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Tepuk tangan pun riuh, bahkan ada yang menangis dan terharu melihatnya. "Sangat mengagumkan. Orang stroke menahun, kini bisa berjalan sendiri hanya dalam 15 menit. Padahal dia sudah berobat ke berbagai dokter dan pakar pengobatan alternatif, tapi belum ada hasilnya," ungkap seorang laki-laki yang sangat antusias melihat hal itu. Abdullah Wira'I, kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 16 Juni 1975, kini dikenal sebagai pelatih dan entrepreneur di bidang kesehatan, terutama akupuntur tanpa jarum dan totok darah. Nama aslinya Edi Sutrisno. Ketika menunaikan ibadah haji pada 2001, oleh seorang syekh di Mekah dia diberi nama baru Abdullah Wira'i. "Saya suka nama itu," ujar laki-laki yang akrab disapa dengan Pak Edi ini. Kepiawaian Edi dalam memijat sudah ada sejak kecil, tapi dia tidak menyadarinya. Dia bisa membantu orang yang lumpuh total bertahun-tahun, sembuh kembali. "Semua ini berkat bantuan Allah SWT. Saya hanya mediator saja," ujarnya merendah. Edi bukan hanya mampu membantu orang terkena stroke, tapi juga bisa mengobati penderita kanker, tumor, diabetes, kelelahan, stres, dan berbagai macam penyakit lainnya termasuk pecandu narkoba. Sudah banyak orang yang dibantunya mulai dari rakyat biasa, sampai gubernur, artis, dan pengusaha. Sebut saja nama Gubernur Gorontalo Fadel Mohamad, artis terkenal Didi Petet, pengusaha Trisulo, keluarga Sultan Brunai Darussalam, dan lainnya. Lumpuh saat balita Anak kesepuluh dari 13 bersaudara ini, semasa bayi sampai usia empat tahun adalah balita sehat dan ceria. Suatu hari dia terserang demam panas tinggi. Oleh ibunya dia dibawa ke seorang mantri. "Mantri itu menyuntik saya. Setelah sampai di rumah, saya mengalami lumpuh total. Orangtua saya panik dan tidak bisa menerima keadaan itu. Mereka lalu membawa saya berobat kemana-mana," ungkap Edi yang setahun lebih jalan merangkak. Orangtuanya terus berupaya, sampai suatu ketika dia dibawa ke ahli akupuntur di Solo. Dia kagum pada pakar tersebut yang mau membantu banyak orang. "Saya bertekad akan meniru bapak itu yang membantu orang banyak tanpa pamrih," cerita Edi. Setelah berobat dan menjalani berbagai terapi, akhirnya Edi bisa berdiri dan berjalan kembali, tapi harus dibantu oleh tongkat karena kaki kirinya mengecil dan tidak kuat menopang tubuhnya (pincang). Sebagai orang yang tidak normal, Edi banyak mendapat ledekan, cemoohan, dan perlakuan yang merendahkan dirinya. Pada usia delapan tahun, kenang Edi, ada tetangganya minta dipijat karena mengalami sakit tulang belakang. "Saya lalu memijat dia selama satu jam. Eh, Bapak itu bilang sakitnya hilang. Ketika di SMP ada teman keseleo seusai main bola, kakinya bengkak dan sakit. Lalu saya pijat sebentar, kakinya langsung baik." Edi merasa benar-benar mempunyai ilmu mengobati orang, setelah dia berhasil membantu dokter kena stroke. "Dia lumpuh dan sulit bicara. Dua bulan saya merawatnya, akhirnya dia sembuh dan bisa berpraktek lagi. Waktu itu saya masih kelas dua SMA. Saya baru yakin bisa membantu kesembuhan orang lain," ungkap sarjana sastra Inggris dari sebuah universitas di Yogya ini. Ada berbagai komunitas yang diikutinya, diantaranya sejak 1999 dia menjadi Relawan Club Stroke RS Bethesda Yogyakarta, mengikuti Konferensi Fisioterapi dan workshop se-Asia Tenggara. Dia juga belajar totok darah dengan profesor dari Jepang, kursus akupuntur di Singapura dan Kuala Lumpur, serta pernah membuka praktek di Mekkah. Dia melakukan studi banding, praktek dan ikut training acupoint & matras di Brunai Darussalam selama satu bulan. "Acupoint ini bagus, aman dan mudah digunakan. Bisa melancarkan sirkulasi darah. Begitu juga dengan matras, rasanya cocok bila dikombinasikan dengan ilmu pijat yang saya miliki," tutur Edi yang dari kecil selalu bekerja keras untuk menggapai cita-citanya. Menurut dia, alat dari China ini dibuat dengan teknologi tinggi memiliki efek untuk mengorek meridian dan mengaktifkan kolateral, serta meningkatkan mikro sirkulasi. Peralatan 3 in 1 ini, katanya, dirancang berdasarkan penelitian tentang terapi jarum sendok metode Sembilan Jarum China kuno, menggabungkan sinar magnetis energi tinggi modern dan denyut-denyut listrik. Jika ujung magnetisnya ditekan pada titik akupuntur, ujarnya, fokus sinar magnetis energi tinggi akan bekerja melalui kulit dan denyut listrik, sehingga dapat mengorek meridian dan kolateral, mengatur fungsi qi dan darah, memperlancar mikro sirkulasi pusat penyakit, dan mencegah penyakit, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Edi menuturkan hal yang membanggakan baginya adalah ketika dia diundang oleh para dokter di Kualalumpur, sebagai pembicara dalam sebuah seminar stroke di Konferensi Internasional Tianshi yang diadakan di negeri jiran itu pada 2004. "Saya senang karena bias diterima oleh orang-orang pintar seperti para dokter itu. Kami berdiskusi dan mencari titik temu tentang mengatasi suatu penyakit," ujar Edi yang kuliah lagi di Fak. Hukum UGM semester delapan. Kini dia sering terbang ke berbagai daerah bahkan luar negeri, diundang oleh perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta, memberi ceramah di depan kepala dinas dan awak medis tentang terapi stroke dan mengatasi berbagai penyakit lainnya dengan pijat dan akupuntur. (yuli.saleh@bisnis.co.id Sumber : http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=477&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&pared_id=437361&patop_id=L03
Job For Marketing Executive
Requirements:
Minumum Degree Holder - University gradute
Fluent in Mandarin, Reading and Writing
Assist in Marketing Activities, and Marketing Management
Experienced in MLM Industry
04 Mei 2006
REWARD Konferensi China 06
03 April 2006
Tour ke china
Date Route
May 16 Arriving at Beijing Airport tourist will take the bus in going to hotel. May 17 After breakfast, tourist will visit the largest square in the world, which is the Tian An Men Square and the Imperial Palace known as the largest palace of archaic constructions. After which they will go to Yi He Garden.
May 18 After breakfast, tourist will go to International Exhibit Center located in Tianjin to attend the Product Carnival. Then they will go to Taida Palaestra to join the Red Carpet Ceremony at 4 pm. After that they will attend the “2006 International Campaign” at around 6 pm.
May 19 After breakfast, tourist will visit the Tianjin City and “Golden Street”. After lunch they will go to visit Tianshi Group.
May 20 After finishing breakfast, tourist will take bus to Beijing Capital Airport to take return flight.
Price: $330/person
Route B
Date Route
May 16 Arriving at Beijing Airport tourist will take the bus in going to hotel.
May 17 After breakfast, tourist will visit the largest square in the world, which is the Tian An Men Square and the Imperial Palace known as the largest palace of archaic constructions. After which they will go to Yi He Garden.
May 18 After breakfast, tourist will go to International Exhibit Center located in Tianjin to attend the Product Carnival. Then they will go to Taida Palaestra to join the Red Carpet Ceremony at 4 pm. After that they will attend the “2006 International Campaign” at around 6 pm.
May 19 After breakfast, tourist will visit the Tianjin City and “Golden Street”. After lunch they will go to visit Tianshi Group.
May 20 After breakfast, tourist will visit the Ba Da Ling Great Wall then will visit the Chinese local special product store.
May 21 After finishing breakfast, tourist will take bus to go to Beijing Capital Airport to take return flight.
Price: $370/person
Route C
Date Route
May 16 Arriving at Beijing Airport tourist will take the bus in going to hotel.
May 17 After breakfast, tourist will visit the largest square in the world, which is the Tian An Men Square and the Imperial Palace known as the largest palace of archaic constructions. After which they will go to Yi He Garden.
May 18 After breakfast, tourist will go to International Exhibit Center located in Tianjin to attend the Product Carnival. Then they will go to Taida Palaestra to join the Red Carpet Ceremony at 4 pm. After that they will attend the “2006 International Campaign” at around 6 pm.
May 19 After breakfast, tourist will visit the”Archaic Cultural Street, Shijia Garden.
May 20 After breakfast, tourist will visit the Tianjin City and “Golden Street”. After lunch they will go to visit Tianshi Group.
May 21 After breakfast, tourist will visit the Ba Da Ling Great Wall then will visit the Chinese local special product store.
May 22 After finishing breakfast, tourist will take bus to Beijing Capital Airport to take return flight.
Price: $420/person
Standard:
1. Traffic: luxury auto bus
2. Accomodation: 3- star hotel, double room
3. Meal: Have dinner full way
4. Ticket: the ticket of prospect
5. Ciceroni: Excellent Chinese / English ciceroni
6. Insurance: travel agency responsibility insurance, reparation is Y 160,000 / person. For the details please read relative below.
Remark:
1. This price does not contain VISA fee, traffic fee outside China, contain meeting fee: $85, BV: 10%, PV: 100%.
2. Deadline of sign up is 2006- 4-10. ( The standard of sign up is receiving payment)
3. This journey is the reference arrangement, our company has the right to adjust its basis on the circs of tourist of flight.
4. Accommodation is double- room, if tourists want to get a single room, there is a need to pay more $25 / room X night.
5. For the account of relative outstanding achievement, please inquire the oversea subsidiaries.
WEB:
www.estartrip.comTEL: +86-10-65186253/9036/66543227
MSN: ken_suntaiping@hotmail.com
LINKMAN: Liu Jian Wei Sun Taiping
FAX: +86-10-65189083/6496
YAHOO: sun_taiping @yahoo.com
21 Maret 2006
tuntutlah ilmu sampai ke china
16 Maret 2006
Jangan pernah mengatakan kepada anak seperti ini
28 Januari 2006
Gong Xi Fa Chai
12 Januari 2006
Acupoint Treasure, Tien Xuebao
07 Januari 2006
Tiens: From China to the World
05 Januari 2006
Value Tianshi in Asia
DISTRIBUTOR TIANSHI TERCEPAT DAN TERKAYA.
VISI SOSIAL TIANSHI DAN UNICORE
PENCERAHAN SPRITUAL
12 Desember 2005
EURODREAM
04 Desember 2005
From Tienshi/LNI Weekend Seminar
Autobiografi LIM GOH TONG
26 November 2005
Keberuntungan Itu Datang Tak Terduga
Bahkan,dari bisnis ini mereka menikah dengan penghasila dari Tianshi.Deni Hanungtyoso,teman dekatnya menyaksikan.”yang membuat saya salut mereka masih sahabatnya,bahkan orang-orang yang tadinya tak keenal sehingga dapat mengubah nasibnya memiliki kehidupan yang jauh lebih sejahtera,”Kata deni.Bisnis tianshi,diakuinya,bisa membantu meningkatkan perekonomiannya.Bahkan kedua suami istri itu bisa mewujudkan impiannya,seperti memiliki Mercedes Benz E320,Mitsubisi Galant V6 Modifikasi,membuka kantor Distributor Tianshi di Timoho.
Ini semua berkat keprihatinannya,yang membuahkan hasil nyata.”Ketika Piring sudah terisi,kami bisa membagikannya kepada oran lain.Dulu,piring kita kosong,”tutur suaminya.Dan,Menurut Deni lagi,mereka banyak membantu anak-anak dari keluarga pra sejahtera yang terancam putus sekolah.Diah dan keluarganya sadar,anak-anak putus sekolah itu harus bisa sekolah.sebab,mereka ini generasi penerus.di magelang,dia mendirikan TPA.Gratis bagi anak-anak setingkat Taman Kanak-kanak.Sekitar 80 anak yatim piatu di magelang juga dibantu keberadaanya.
Keberuntunagn yang tak terduga datang jauari 2005,bahkan membawa nama baik pada Tiens International Confrensi di Malaysia.Diah yang tercatat sebagai distributor termuda itu mendapat Reward Luxury Car ,membawa pulang mobil BMW terbaru limitid edition secara gratis.”ini sebuah penghargaan khusus bagi distributor berprestasi dengan akumulasi omset dan peringkat tertentu,”katanya.Selain dirinya ada 260 orang laninya dari berbagai negara.Dari Yogyakarta,dua anggotanya juga mendapatkan,yakni Ahmad Setiawan dan Erika Bagus Irawan.
Sumber : Koran Yogyakarta : Kedaulatan Rakyat, Hal.8 ,Minggu pon 10 Juli 2005,kolom Jejak.
19 November 2005
Helmy Attamimi
16 November 2005
Core Leader Weekend Unicore !!!
Romy Rafeel hypnosys 5000 orang Tianshi
02 November 2005
UNICORE GO INTERNATIONAL

































